iPhone

Kenapa Jarang Melihat Iklan iPhone, tetapi iPhone Laku Keras?

iPhone adalah sebuah merek ponsel pintar besutan Apple Inc. yang diperkenalkan pertama kali ke publik pada 9 Januari 2007 oleh mendiang Steve Jobs, CEO sekaligus pendiri Apple. Generasi iPhone terakhir yang diproduksi dan dijual oleh Apple adalah generasi iPhone 13 yang diluncurkan pada September 2021. Kini para Apple fanboy dan fangirl, sebutan bagi penggemar Apple garis keras, sedang menunggu generasi iPhone terbaru yaitu iPhone 14 yang rumornya akan segera diluncurkan pada September tahun ini.

Tetapi, apakah anda menyadari bahwa kita jarang sekali melihat iklan iPhone dari Apple? Meskipun Apple akan merilis seri terbaru iPhone, rasanya sangat jarang melihat bahkan tidak ada iklan dari Apple, setidaknya itu yang terjadi di Indonesia.

Namun, meskipun minim iklan, kenapa produk Apple khususnya iPhone tetap diminati, bahkan diburu setiap kali perilisan seri terbarunya?

Ingat kah anda dengan fenomena berburu iPhone 11 di Singapura yang harus antre berjam-jam bahkan berhari-hari (lebih dari 24 jam) untuk mendapatkan iPhone 11?

Hingga kini, banyak orang Indonesia pergi ke Singapura untuk membeli iPhone seri terbaru, setiap ada perilisan. Pasalnya Singapura salah satu negara pertama yang menjual iPhone setiap ada seri terbaru. Orang-orang ini berdalih ingin menjadi pengguna yang merasakan pertama dari seri iPhone terbaru.

Gambar 1 Suasana antrean iPhone 11 di Apple Store Orchard Road, Singapura, Kamis (19/9). Foto: Kumparan

Setelah anda menyadari dan mengingat Kembali fenomena-fenomena ini, akan menjadi sangat wajar jika kita bertanya: “Kenapa iPhone selalu diminati, padahal jarang melihat iklannya?”

Selain karena strategi marketing yang ciamik dari Apple, menurut saya fenomena ini dikarenakan dari merek iPhone dan Apple itu sendiri yang sangat populer di tengah masyarakat dunia. Merek iPhone dan Apple selalu menjadi bahan diskusi baik di di dunia nyata maupun di dunia maya.

Untuk membuktikan asumsi saya, saya menggunakan data dari Twitter, salah satu media sosial yang sangat populer. Data yang saya gunakan adalah data jumlah tweet yang membahas merek-merek ternama (13 merek) termasuk Apple dan iPhone dalam rentang waktu dari 12 Juni 2022 16:40:00 hingga 19 Juni 2022 16:20:00 (7 hari).

Gambar 2 Grafik Brand vs Jumlah Tweet

Hasil pengolahan data pada Gambar 2 menunjukkan bahwa merek Apple dibahas di Twitter paling banyak dalam kurun waktu 7 hari tersebut, yaitu 2.903.989 kali merek Apple disebut. Disusul merek iPhone yang disebut 1.215.916 kali. Diurutan ketiga ditempati oleh Vivo, dimana merek tersebut disebut sebanyak 926.643 kali.

Sementara itu Samsung, hanya menempati urutan keempat dengan jumlah tweet 275.995 kali. Cukup mengagetkan, ternyata Samsung masih kalah populer dibanding dengan Vivo.

Yang menarik adalah iPhone 14, seperti kita tahu bahwa generasi terbaru iPhone ini belum dirilis. iPhone 14 masih dirumorkan akan dirilis pada September 2022 mendatang. Namun, iPhone 14 sudah banyak dibahas di Twitter. Ada 43.946 tweet tentang iPhone 14 dalam 7 hari tersebut. Perolehan tersebut menempatkan merek iPhone 14 berada pada urutan kedelapan mengalahkan Huawei, Lenovo, Realme, Redmi, dan Nokia.

Sementara itu, Nokia menjadi merek terendah yang dibahas di Twitter.

Dari grafik tersebut, dapat kita ambil kesimpulan bahwa Apple dan iPhone menjadi merek yang paling banyak dibahas di media sosial terutama Twitter. Bahkan yang lebih menarik adalah generasi iPhone 14 yang belum dirilis pun sudah banyak yang membahasnya. Inilah yang membuat kita jarang melihat iklan iPhone, Apple memanfaatkan kekuatan merek dan penggemarnya.

Rumor-rumor mengenai spesifikasi generasi iPhone terbaru begitu asyik untuk diikuti. Bahkan tidak jarang media-media besar membuat kolom khusus untuk membahas rumor mengenai iPhone seri terbaru.

Banyaknya orang yang membahas iPhone di media sosial juga sebanding dengan banyaknya penjualan iPhone secara global. Ini terbukti dari market share Apple yang berada pada urutan pertama mengalahkan Samsung pada Q4 2020 dan Q4 2021. Meskipun di kuartal lainnya Apple berada di nomor dua setelah Samsung (Baca Tabel 1).

Tabel 1 Global Smartphone Shipments Market Share (%). Sumber: Counterpoint

Mengapa di kuartal 4 market share Apple bisa menyalip Samsung? Jawabannya adalah seri iPhone terbaru selalu dirilis oleh Apple di kuartal keempat, sehingga penjualannya melonjak.

Tabel 2 US Smartphone Shipments Market Share (%). Sumber: Counterpoint

Sementara itu, di pasar Amerika Serikat (AS), iPhone selalu menduduki market share peringkat pertama di sepanjang Q4-2020 hingga Q1-2022. Bahkan di AS iPhone sangat mendominasi market share dimana persentase rata-ratanya hingga di atas 50% (Baca Tabel 2).